Minyak sereh wangi adalah salah satu minyak atsiri
komersial Indonesiayang diperoleh melalui proses penyulingan. Menurut Boelens
(1994), Indonesia adalah produsen minyak sereh wangi nomor dua terbesar di
dunia setelah Cina.Minyak sereh adalah salah satu minyak esensial yang
diperoleh dari daun dan batang spesies yang berbeda dariCymbopogon
Teknik isolasi minyak serehwangi dapat
dilakukan dengan cara penyulingan bertingkat. Hasil isolasi tersebut berupa senyawa yang disebut sitronellal, geraniol, dan sitronellol. Ketigakomponen tersebut merupakan komponen yang dominan
dalam minyak serehwangi (Setyaningsih et al. 2005)
Gambar 1 Struktur
kimia (1) sitronellal, (2) geraniol, dan (3) sitronellol.(Ravasio et al . 2005)
Alat-alat yang digunakan pada percobaan adalah
labu bulat, batu didih,kondensor, labu erlenmeyer, refraktometer, piknometer,
gunting, corong pisah,dan buret. Bahan-bahan yang dipakai berupa daun sereh yang telah dirajang,akuades, alkohol,
indikator brom timol biru, KOH 0.5 N, hidroksilamin HCl (NH2OH.HCl), dan HCl
0.5 N.
Metode Penyulingan Minyak Sereh
Daun sereh yang telah dipotong-potong direbus
di dalam labu didih yang telah disambungkan dengan kondensor yang sudah dialiri air. Uap air yang dihasilkan ditampung di dalam wadah. Air dan minyak dipisahkan dengan menggunakan corong pisah. Minyak yang didapat diukut indeks biasnya menggunakan refraktometer dan bobot jenisnya dengan menggunakan piknometer. Hasil indeks bias dan bobot jenis tersebut
kemudian dibandingkandengan indeks bias dan bobot
jenis minyak sereh yang tersedia di pasaran.
Penetapan Kadar Sitronelal dalam Minyak Sereh
Sebanyak 2 g contoh dimasukkan ke dalam
erlenmeyer 300 mL kemudian ditambahkan 2 mL alkohol dan dua tetes indikator BTB netral. Setelah itu,sebanyak 25 mL KOH 0,5 N dan 20 mL
hidroksilamin HCl ditambahkan kedalam erlenmeyer lalu dikocok. Kelebihan KOH dititrasi dengan HCl 0,5N.Penetapan
juga dilakukan terhadap blangko